Pemerintah, Masyarakat Kota Tangerang & TNI Bersinergi Dalam Kegiatan Pembersihan dan Pemugaran Situs Masjid Madinah Pasca Banjir Bandang

Budayapijay.or.id — Semangat kebersamaan terlihat kuat di Situs Masjid Madinah, Gampong Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya pada 26 Januari 2026. Pemerintah dan masyarakat Kota Tangerang bersama anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) bahu-membahu melaksanakan kegiatan pembersihan, pemugaran, dan pengecatan ulang bangunan masjid yang terendam akibat musibah banjir bandang beberapa waktu lalu.


Kegiatan ini dimulai sejak pagi hari dan melibatkan pemerintahan daerah setempat serta tokoh masyarakat. Para relawan bekerja membersihkan area halaman, ruang utama, serta bagian-bagian struktur bangunan yang terisi endapan lumpur, ranting dan sampah pascabanjir. Tidak hanya itu, rombongan dari Kota Tangerang juga membantu melakukan pemugaran bagian-bagian bangunan yang rusak ringan serta pengecatan ulang fasad dan interior masjid agar bangunan kembali tampil bersih, rapi, dan nyaman untuk aktivitas ibadah jamaah. Peralatan dan bahan renovasi dikoordinasikan langsung oleh pihak TNI bersama pemerintah setempat untuk memastikan proses berjalan tertib dan cepat.


Upaya gotong-royong ini tidak hanya memulihkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah, tetapi juga mempertahankan nilai sejarah dan spirit komunitas yang berakar kuat di Pidie Jaya.

Sejarah Singkat Masjid Madinah: Jejak Ulama di Tanah Rencong

Situs Masjid Madinah merupakan salah satu warisan budaya paling berharga di Kabupaten Pidie Jaya. Berdasarkan catatan sejarah yang dirangkum dari komunitas budaya lokal, masjid ini terletak di Gampong Dayah Kruet, memiliki denah bujur sangkar dengan ukuran kurang lebih 12 m x 8 m, ditopang oleh 16 tiang utama, serta dilengkapi ornamen tradisional khas Aceh yang kaya nilai seni dan spiritual. Sebuah mimbar kuno berbahan kayu yang berlokasi di area mihrab turut menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang hingga kini masih dipertahankan.

Masyarakat setempat meyakini bahwa masjid ini dibangun oleh Teungku Ja Pakeh, seorang ulama yang juga tercatat sebagai penasihat perang Sultan Iskandar Muda. Menurut cerita turun-temurun, beliau mendirikan masjid ini setelah kembali dari ekspedisi dan ibadah haji, yang kemudian menjadi cikal bakal penamaan Masjid Madinah. Walau tidak ada catatan tertulis yang pasti tentang tanggal pendirian, keberadaan makam Ja Pakeh sekitar 100 meter di utara masjid selalu menguatkan narasi sejarah lokal ini.

Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga mencerminkan bentuk arsitektur tradisional Nusantara yang memperlihatkan pola dan ornamen khas Aceh — termasuk motif ukir pada mimbar serta elemen hias pada pintu dan tiang bangunan — yang menjadikannya salah satu situs budaya penting di Pidie Jaya.

Selain kaya nilai sejarah, Masjid Madinah juga termasuk ke dalam daftar Bangunan Cagar Budaya Nasional, yang penetapannya berdasarkan keputusan resmi pemerintah untuk menjaga kelestarian warisan budaya ini demi generasi mendatang. 

Posting Komentar

0 Komentar

advertise

Menu Sponsor

Subscribe Text

Ikuti Channel YouTube Budaya Pijay