Program KEN merupakan agenda tahunan yang menghadirkan event-event pilihan dari seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, sebanyak 125 event dari 38 provinsi telah melalui proses kurasi ketat untuk ditetapkan sebagai bagian dari kalender nasional pariwisata.
Adapun tiga event Aceh yang terpilih yaitu Aceh Ramadhan Festival, Aceh Culinary Festival, dan Banda Aceh Colossal Coffee Experience. Ketiganya dinilai mampu merepresentasikan kekayaan tradisi, ragam kuliner, serta semangat kreativitas masyarakat Aceh dalam kemasan event yang berkualitas dan berdaya saing.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa Karisma Event Nusantara tidak hanya menjadi ruang perayaan budaya, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata daerah.
“Event daerah kami dorong menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus penguat ekonomi lokal. Ini adalah etalase kekayaan Indonesia yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bentuk pengakuan atas kekuatan budaya Aceh. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut tetap disertai rasa empati di tengah kondisi daerah yang sedang menghadapi bencana di beberapa wilayah.
Menurutnya, pelaksanaan event budaya ke depan akan diarahkan tidak hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang kebangkitan bagi pelaku UMKM, seniman, dan komunitas lokal, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan untuk bangkit pascabencana,” ungkapnya.
Pemerintah Aceh melalui Disbudpar juga berkomitmen untuk memastikan penyelenggaraan event tetap memperhatikan kondisi sosial masyarakat serta memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Masuknya tiga event Aceh dalam KEN 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya yang unggul di Indonesia. Selain itu, hal ini juga membuka peluang lebih luas bagi pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya yang inklusif dan berkelanjutan.[]
0 Komentar