Tokoh Dermawan Bangsa Teungku Nyak Sandang Wafat, Jejak Pengorbanannya untuk Seulawah RI-001 Akan Terus Dikenang

Budayapijay.or.id — Kabar duka datang dari tanah Aceh. Salah satu putra terbaik bangsa, Teungku Nyak Sandang, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di kediamannya di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.

https://regional.kompas.com


Kabar tersebut dibenarkan oleh Camat Kecamatan Jaya, Syamsuddin Rani. Ia menyampaikan bahwa masyarakat Aceh Jaya tengah berduka atas berpulangnya sosok yang selama ini dikenal sebagai tokoh masyarakat sekaligus figur inspiratif.

“Benar, beliau meninggal dunia siang tadi. Kami semua sangat berduka atas kepulangan beliau,” ujarnya.

Duka yang mendalam juga dirasakan keluarga. Cucu almarhum, Ataillah, menyebutkan bahwa kondisi Teungku Nyak Sandang memang telah melemah karena faktor usia, meskipun tidak dalam keadaan sakit berat. Diketahui, beliau wafat pada usia sekitar 100 tahun.

Nama Nyak Sandang kembali dikenal luas oleh publik beberapa tahun terakhir karena jasa besarnya dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan, ia menjadi salah satu rakyat Aceh yang menyumbangkan hartanya demi pembelian pesawat terbang pertama Republik Indonesia.

Saat itu, di usia muda, ia menjual tanah serta emas miliknya dan menyerahkan seluruh hasilnya kepada negara. Sumbangan tersebut menjadi bagian dari dana yang kemudian digunakan oleh Presiden Soekarno untuk membeli pesawat legendaris Seulawah RI-001.

Tidak hanya itu, pada tahun 2018, sosok Nyak Sandang juga sempat diundang ke Istana Negara dan bertemu Presiden Joko Widodo. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan beberapa harapan, mulai dari bantuan kesehatan hingga keinginannya untuk menunaikan ibadah haji.

Kepergian Nyak Sandang bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Aceh dan bangsa Indonesia. Sosoknya menjadi simbol ketulusan, pengorbanan, dan semangat nasionalisme rakyat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan.

Kepergiannya meninggalkan jejak sejarah yang akan terus dikenang, sebagai bagian dari kisah besar kontribusi rakyat daerah terhadap berdirinya Republik Indonesia.


Biografi Tokoh

Teungku Nyak Sandang (1927–2026): Jejak Pengorbanan dari Tanah Aceh

Teungku Nyak Sandang lahir pada 4 Februari 1927 dan dikenal sebagai salah satu tokoh dari Aceh yang memiliki kontribusi penting dalam sejarah awal kemerdekaan Indonesia. Namanya tercatat sebagai salah satu penyumbang dana untuk pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, yakni Seulawah RI-001.

Perjalanan pengorbanannya bermula pada tahun 1948, ketika Presiden Soekarno berkunjung ke Aceh dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengumpulan dana pembelian pesawat. Seruan tersebut kemudian diperkuat oleh pidato Teuku Muhammad Daud Beureueh yang membakar semangat rakyat Aceh.

Sebagai pemuda saat itu, Nyak Sandang tergerak hatinya. Ia bahkan meminta izin kepada orang tuanya untuk menjual kebun kelapa milik keluarga seluas kurang lebih satu hektare. Kebun tersebut kemudian dijual dengan nilai sekitar 100 rupiah atau setara 20 mayam emas—jumlah yang sangat besar pada masa itu.

Seluruh hasil penjualan tersebut disumbangkan kepada negara melalui perantara pemerintah setempat, yang kemudian diteruskan kepada Presiden Soekarno. Dana tersebut menjadi bagian dari pembelian pesawat Seulawah, yang kelak menjadi cikal bakal lahirnya maskapai nasional Garuda Indonesia.

Pesawat Seulawah sendiri memiliki nilai historis yang tinggi. Selain menjadi simbol kemandirian bangsa, pesawat ini juga pernah digunakan untuk membawa Presiden Soekarno dalam momen penting kenegaraan pada masa awal Republik.

Di usia senjanya, Nyak Sandang tetap dikenang dan mendapat perhatian negara. Pada 25 Agustus 2025, ia menerima penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya.

Hingga akhir hayatnya pada 7 April 2026, Teungku Nyak Sandang tetap menjadi simbol ketulusan rakyat kecil yang rela berkorban demi bangsa. Kisah hidupnya tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga sumber inspirasi tentang arti keikhlasan, patriotisme, dan cinta tanah air.

Posting Komentar

0 Komentar

advertise

Menu Sponsor

Subscribe Text

Ikuti Channel YouTube Budaya Pijay