Budayapijay.or.id – Rangkaian perlombaan permainan tradisional Catoe Rimueng yang diselenggarakan Museum Pidie Jaya di bawah naungan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie Jaya memasuki babak penentuan pada Kamis (15/10/2026). Pertandingan semifinal dan final tingkat SD/MI dan SMP berlangsung dengan antusiasme para peserta dalam memperebutkan gelar juara pada masing-masing kategori.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya takbenda melalui pengenalan kembali permainan tradisional Aceh kepada generasi muda. Selain menjadi ajang kompetisi, perlombaan Catoe Rimueng juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan nilai sportivitas, ketelitian, strategi, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Perlombaan Catoe Rimueng tahun 2026 mempertandingkan empat kategori, yaitu SD/MI putra, SD/MI putri, SMP putra, dan SMP putri. Setelah melalui tahapan pertandingan hingga semifinal dan final, panitia menetapkan para pemenang sebagai berikut.
Daftar Pemenang Catoe Rimueng Tahun 2026
1. Kategori SD/MI Putra
| Peringkat | Nama Peserta | Asal Sekolah |
|---|
| Juara I | Muhammad Jafar | SDN 13 Meureudu |
| Juara II | Azka Fayyadh | SDN 8 Meureudu |
| Juara III | Ahmad Al Mahmudi | SDN 3 Ulim |
2. Kategori SD/MI Putri
| Peringkat | Nama Peserta | Asal Sekolah |
|---|
| Juara I | Kaila Adena | SDN 8 Bandar Baru |
| Juara II | Azzuhra Alesha | SDN 7 Trienggadeng |
| Juara III | Ainuha Almahyra | SDN 3 Meurah Dua |
3. Kategori SMP Putra
| Peringkat | Nama Peserta | Asal Sekolah |
|---|
| Juara I | Muhammad Riski | SMPN 2 Bandar Dua |
| Juara II | Muhammad Rehan | SMPN 2 Bandar Dua |
| Juara III | Nizam Alqais | SMP Ulumul Quran |
4. Kategori SMP Putri
| Peringkat | Nama Peserta | Asal Sekolah |
|---|
| Juara I | Alia Khairunisa | SMPN 3 Ulim |
| Juara II | Alya Syakira | SMPN 2 Meureudu |
| Juara III | Ruqayyatul Ulfa | SMP Ulumul Quran |
Melestarikan Catoe Rimueng sebagai Warisan Budaya Aceh
Catoe Rimueng merupakan permainan tradisional masyarakat Aceh yang mempertemukan dua pihak dengan peran berbeda, yaitu harimau sebagai pihak penyerang dan kambing sebagai pihak yang bertahan. Permainan ini mengandalkan kemampuan berpikir strategis, menyusun formasi, membaca pergerakan lawan, dan menentukan langkah untuk mencapai kemenangan.
Dalam kehidupan masyarakat Aceh, Catoe Rimueng dahulu dimainkan di berbagai ruang sosial, seperti lingkungan rumah, warung kopi, panteu trieng atau balai bambu, meunasah, dan tempat berkumpul masyarakat. Keberadaannya tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mempererat interaksi dan kebersamaan antarwarga.
Melalui penyelenggaraan perlombaan ini, Museum Pidie Jaya berupaya menghidupkan kembali permainan tradisional agar tetap dikenal dan dimainkan oleh generasi muda. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran museum sebagai ruang edukasi dan pelestarian kebudayaan, baik yang berwujud maupun tidak berwujud.
Diharapkan, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman dan prestasi melalui pertandingan, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung dalam Catoe Rimueng serta memiliki kesadaran untuk ikut menjaga dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.
Upaya pelestarian ini memerlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas budaya, dan masyarakat agar Catoe Rimueng tetap menjadi bagian dari identitas budaya Aceh di tengah perkembangan zaman.
 |
Peserta perebutan juara 3 putri tingkat SD dan SMP
|
.png) |
| Peserta perebutan juara 3 putra tingkat SD |
.png) |
| Peserta perebutan juara 3 putra tingkat SMP |
 |
| Peserta final putri tingkat SD dan SMP |
 |
Peserta final putra tingkat SMP dan SD
|
0 Komentar